Surga Derajat Rendah 1

Image

Rosulullah saw bersabda, “Sungguh diatas jembatan itu ada tujuh bangunan pos. Jarak diantara dua pos itu tujuh puluh tahun perjalanan (1 tahun = 1000 tahun dunia). Lebar jembatan setajam pedang. Akan lewat diatasnya rombongan pertama dari manusia secepat pandangan mata. Rombongan kedua akan lewat secepat kilat menyambar. Rombongan ketiga secepat angin. Rombongan keempat secepat burung terbang. Rombongan kelima secepat kuda. Rombongan keenam secepat lelaki yg berlari kencang. Rombongan ketujuh akan lewat sambil berjalan. Kemudian tinggallah seorang lelaki. Dia adalah orang terakhir yang hendak lewat. Dikatakan kepadanya, “Lewatlah”. Maka dia meletakkan kedua telapak kakinya diatas jembatan itu lalu terpeleset salah satu kakinya. Kemudian dia menaikinya, lalu merangkak diatas kedua lututnya, sehingga dia terjilat api neraka dari rambutnya sampai kulitnya”.

Beliau saw bersabda, “Tidak henti-hentinya dia mengesot diatas perutnya. Lalu terpeleset kakinya yang lain, sehingga dia berjalan dan berpegang dengan tangannya. Dalam keadaan demikian, dia dijilati api neraka. Dia mengira bahwa dirinya tidak akan selamat dari titian shirath. Demikianlah dia bergerak terus dengan perutnya, sehingga keluar dari titian shirath. Apabila dia telah keluar dari titian itu, dia melihatnya lalu berkata, “Mahasuci Dzat Yang telah menyelamatkanku aku darimu. Sungguh aku mengira Tuhanku tidak pernah memberikan sesuatu kepada seorang pun dari orang dahulu maupun orang sekarang, sebagaimana yang telah DIA berikan kepadaku, bahwa sesungguhnya DIA telah menyelamatkanku, setelah aku melihat dan melewati titian itu”.

 

Rosulullah saw bersabda, “Kemudian seorang malaikat mendatanginya, memegang tangannya, dan berjalan ke sebuah telaga didepan pintu surga. Malaikat berkata kepadanya, “Mandilah dan minumlah dari telaga ini”. Orang itu mandi dan minum darinya. Dia diperlihatkan kepada surga dan segala kesenangannya. Kemudian diajak berjalan dan dihadapkan didepan pintu neraka serta dikatakan kepadanya, “Berhentilah disini sampai kamu mendapat izin dari Tuhanmu”. Orang itu melihat ahli neraka dan mendengar jeritannya seperti anjing yg melolong. Maka dia menangis dan berkata, “Wahai Tuhanku palingkan wajahku dari ahli neraka, aku tidak meminta kepada ENGKAU kecuali itu, wahai Tuhanku”. Kemudian malaikat datang dari sisi Tuhan semesta alam dan memalingkan wajahnya dari neraka ke surga. Jarak antara tempatnya dan surga itu hanya satu langkah. Dia melihat pintu surga, dan luas pintu surga itu empat puluh tahun perjalanan bagi burung yang terbang cepat.

Beliau saw bersabda, “Kemudian lelaki itu meminta kepada Tuhannya seraya berkata, “Wahai Tuhanku, demi kemuliaan-MU, agar ENGKAU memasukkan aku ke pintu itu, dan aku tidak meminta kepada ENGKAU selain itu”. Kemudian malaikat mendatanginya lalu berkata, “Wahai anak Adam, alangkah bohongnya kamu. Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan meminta selain itu?’ Kemudian malaikat memegang tangannya dan memasukkannya kedalam pintu tersebut. Maka lelaki itu memandang ke kanan dan ke kiri surga. Dihadapannya terdapat hamparan luas sejauh perjalanan sebulan. Dia tidak melihat seseorang kecuali sebuah pohon yang berbuah didepannya. Diantara tempatnya berdiri dan pohon itu hanya satu langkah saja. Ketika dia memandanginya ternyata batang pohon itu dari emas, rantingnya dari perak putih, daunnya sangat indah, buahnya lebih lembut dari mentega, lebih manis dari madu, dan lebih wangi dari misik”

Beliau saw bersabda, “Sungguh lelaki itu terkagum-kagum terhadap apa yg dia lihat. Kemudian dia berkata, “Wahai Tuhanku berikanlah pohon ini kepadaku, aku tidak meminta sesuatu selain darinya”. Maka malaikat mendekatinya dan berkata, “Apa yg membuatmu berdusta wahai anak Adam? Bukankah kamu berjanji tidak akan meminta tambahan selain dari itu?. Kemudian malaikat memegang tangannya dan membewanya ke tempat tinggalnya yg paling kecil, ternyata berupa sebuah gedung dari permata yang berada di depannya dengan luas sejauh perjalanan satu tahun”.

 

Rosulullah saw bersabda, “Ketika lelaki itu berada di dekat gedung, dia memperhatikan apa yg ada disekelilingnya. Dia melihat sebuah tempat tinggal yg sangat indah dg taman disekitarnya. Dia tidak dapat menahan dirinya ketika melihat keindahan gedung tsb. Maka dia berkata, “Wahai Tuhanku, aku memohon kepada-MU agar memberikan tempat tinggal ini kepadaku dan aku tidak meminta yg lainnya”. Kemudian malaikat datang dan berkata, “Wahai anak Adam, bukankah kamu telah bersumpah dg nama Tuhanmu bahwa kamu tidak akan meminta lagi?. Gedung itu untukmu”. Ketika dia telah sampai digedung itu, dia memperhatikan sesuatu yg ada didepannya, ternyata ada gedung tempat tinggal yang lebih indah. Maka dia berkata, “Wahai Tuhanku aku meminta tempat  yg ini”. Kemudian malaikat datang dan berkata, “Wahai anak Adam, bukankah kamu telah bersumpah dg nama Tuhanmu bahwa kamu tidak akan meminta lagi?”. Malaikat itu tidak mencelanya karena lelaki itu memang melihat sesuatu yg sangat mengagumkan. “Ia untukmu”.

Ternyata di depannya ada lagi tempat tinggal lain yg jauh lebih indah dari sebelumnya. Sungguh dia tercengang dan tidak sanggup berkata apa2. Kemudian Rosulullah saw (menemuinya dan) bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak meminta kepada Tuhanmu?”. Orang itu berkata, “Wahai junjunganku, sungguh aku telah bersumpah kepada Tuhanku sehingga aku takut dan malu kepada-NYA”.

Kemudian ALLAH swt berkata  kepadanya, “Senangkah kamu bila AKU mengumpulkan dunia sejak AKU menciptakannya sampai AKU membinasakannya, kemudian AKU lipatkan sepuluh kalinya, lalu AKU berikan kepadamu?”. Lelaki itu menjawab, “Wahai Tuhanku, apakah ENGKAU mengejek aku, sedangkan ENGKAU adalah Tuhan semesta alam?”. ALLAH swt berfirman, “Sesungguhnya AKU Mahakuasa untuk melakukannya, maka mintalah kepada-KU sekehendakmu”.

 

Rosulullah saw bersabda, “Kemudian laki-laki itu berkata, “Wahai Tuhanku, pertemukanlah aku dengan manusia”. Kemudian malaikat mendatanginya, memegang tangannya, dan mengajaknya berjalan disurga, sehingga dia melihat sesuatu yang sebelumnya tidak ia lihat. Lelaki itu bersujud dan berkata dalam sujudnya, “Sesungguhnya Tuhanku telah menampakkan diri untukku”. Malaikat berkata kepadanya, “Angkatlah kepalamu, sesungguhnya tempat tinggal ini untukmu, dan ini adalah tempat tinggalmu yang paling kecil”. Lelaki itu berkata, “Seandainya ALLAH swt tidak menahan pandanganku tentu akan silau karena cahaya gedung tersebut”.

Beliau saw bersabda, “Lelaki itu pun tinggal digedung tersebut. Kemudian ada seseorang yang mendatanginya dengan wajah yang penuh wibawa dan pakaian yang sangat indah. Dia mengira bahwa orang itu malaikat. Orang itu mendatanginya lalu berkata, “Salam sejahtera bagimu, rahmat ALLAH dan berkah-NYA tercurah untukmu. Sungguh menyenangkan kamu telah datang”. Laki-laki itu bertanya, “Siapakah kamu wahai hamba ALLAH?”. Orang itu menjawab, “Aku adalah penjaga rumahmu ini. Dan kamu memiliki seribu rumah lagi yang dijaga oleh seribu sepertiku. Setiap satu orang penjaga dari mereka menjaga satu gedung milikmu. Dalam setiap gedung ada seribu pelayan dan seribu bidadari”.

 

Rosulullah saw bersabda, “Ketika lelaki itu memasuki gedungnya, ternyata gedung itu terbuat dari permata putih yang didalamnya terdapat tujuh puluh rumah, setiap rumah terdapat tujuh puluh kamar, setiap kamar terdapat tujuh puluh pintu, setiap pintu terdapat kubah dari permata. Kemudian lelaki itu memasuki kubah tersebut dan membukanya, dimana tidak ada seorang pun sebelumnya yang membukanya. Ternyata didalam kubah tersebut terdapat permata merah yang panjangnya tujuh puluh hasta. Ia memiliki tujuh puluh pintu, setiap pintunya dihias dengan permata yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, dan didalam permata itu terdapat bidadari. Kemudian ketika dia memasuki pintu itu, didalamnya terdapat seorang istri dari bidadari. Bidadari itu mengucapkan salam kepadanya, dan dia menjawab salamnya lalu berdiri sambil tercengang. Bidadari itu berkata kepadanya, “Sungguh aku telah lama menunggu kamu datang. Aku adalah istrimu””.

Beliau saw bersabda, “Kemudian lelaki itu memandang wajahnya dan melihat diwajah bidadari itu ada bayangan wajahnya seperti salah seorang diantara kamu melihat wajahnya dicermin, karena bidadari itu sangat indah dan sangat cantik. Ternyata bidadari itu mengenakan tujuh puluh perhiasan, setiap perhiasan memiliki tujuh puluh warna yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Dia dapat melihat sum sum betisnya dari belakang mereka. Ketika dia berpaling lalu melihatnya, bidadari itu tujuh puluh kali lebih cantik dalam pandangannya. Sungguh dia menjadi cermin baginya, dan dia menjadi cermin bagi istrinya”. (al-Ghunyah; Syaikh Abdul Qadir Jailani, 2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: