Hakikat Ujian ALLAH

Image

1. UJIAN AKAN TERUS MENIMPA SEORANG MUSLIM SAMPAI DIA MATI

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al ‘Ankabuut 2)

 

2. UJIAN UTK MENGETAHUI SIAPA YG BENAR2 CINTA KEPADA ALLAH dan SIAPA YG PENDUSTA

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Muhammad 31)

 

3. CINTA ALLAH = UJIAN DAN KEFAKIRAN

Cinta ALLAH dan Rosul-NYA berbanding lurus dengan KEFAKIRAN (kemiskinan) dan UJIAN. Oleh karena itu sebagian orang shalih (ash sholihin) menjelaskan, “Setiap UJIAN akan disertai dg PERTOLONGAN.
Dengan ujian tersebut manusia tidak mudah mengaku cinta pada ALLAH. Dengan ujian tsb, akan diketahui siapa yg benar-benar mencintai ALLAH (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

 

4. SABAR DAN RIDHO DENGAN UJIAN ALLAH

Barang siapa yg tidak sanggup bersabar atas ujian ALLAH, maka tidak ada anugerah baginya. Apabila engkau sanggup bersabar dan ridho, maka itu akan menyebabkan engkau menuju ALLAH SWT. Dalam satu hadist qudsi ALLAH SWT berfirman, “Barangsiapa yg tidak ridho dg ketetapan-KU dan tidak sabar atas ujian-KU maka hendaklah dia mencari Tuhan selain AKU” (Syaikh ABdul Qadir Jailani)

 

5. PAKAIAN KEFAKIRAN DAN UJIAN

Ada seorang laki-laki menemui Rosulullah saw seraya berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena ALLAH SWT”. Beliau bersabda kepadanya, “Maka ambillah ujian dan kefakiran sebagai pakaian”.
Karena rasa cintanya, Abu Bakar menginfaqkan seluruh harta bendanya dan setia bersama Beliau saw dalam menghadapi berbagai kepahitan (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

 

6. PAKAIAN KEMISKINAN DAN PAKAIAN UJIAN

Seorang lelaki datang kepada Nabi Muhammad saw seraya berkata, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya aku mencintaimu”. Rosulullah menjawab, “Jika engkau mencintaiku, maka bersiaplah untuk mengenakan ‘pakaian kefakiran'”. Kemudian datang seorang lelaki yang lain seraya berkata, “Sesungguhnya aku mencintai ALLAH Swt”. Rosulullah menjawab, “Jadikanlah ujian-NYA sebagai ‘pakaianmu'”. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

 

7. PASRAH TERHADAP UJIAN ALLAH

Berjalannya siang dan malam tidak dapat engkau hentikan. Menerima ataupun tidak, malam akan datang dan siang akan berlalu, demikian seterusnya. Keduanya berada dalam ketentuan dan takdir ALLAH SWT. Apabila malam kefakiran menjelang maka tinggalkanlah siang kekayaan. Apabila sakit datang, hadapilah ia, dan tinggalkan sehat. Apabila malam yg kamu benci menghampiri, terimalah ia dan tinggalkan siang yg engkau sukai. Sambutlah semuanya dengan hati yg lapang. Jangan menolak takdir-NYA walau sedikitpun hal itu akan menjadikan engkau binasa, menghilangkan keimanan sehingga hatimu akan kotor, dan nuranimu akan mati.

ALLAH SWT berfirman dalam hadist qudsi, “Akulah ALLAH, yang tidak ada Tuhan selain AKU. Barangsiapa yg pasrah dengan ketentuan-KU, bersabar atas ujian-KU dan bersyukur atas nikmat-KU maka AKU menetapkannya sebagai hamba yg benar. Barangsiapa yg tidak pasrah atas ketetapan-KU, tidak bersabar atas ujian-KU dan tidak bersyukur atas nikmat-KU, maka hendaklah ia mencari tuhan selain AKU”. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

 

8. BERAT RINGAN UJIAN ALLAH

Rosulullah saw bersabda, “seseorang dilanda ujian atau cobaan menurut kekuatan iman dan mutu agama yg dimilikinya. Apabila agamanya kokoh tentu ujian yg diterimanya pun tambah berat seimbang dengan kekuatan iman dan keyakinannya. Demikian juga sebaliknya. Makin lemah kekuatan agama seseorang makin ringan pula cobaan yg menimpanya. Cobaan dan ujian senantiasa menimpa orang beriman sepanjang perjalanannya di muka bumi sehingga terhapus dosa-dosanya dan tidak melekat sedikitpun kesalahan pada dirinya (HR Tirmidzi)

 

9. UJIAN ALLAH YG MENIMPAMU SANGAT RINGAN

Allah menguji hamba beriman-Nya menurut kadar imannya. Jika iman seseorang kuat, maka cobaannya pun kuat. Cobaan seorang Rasul lebih besar daripada cobaan seorang Nabi, karena iman Rasul lebih tinggi daripada iman Nabi. Cobaan Nabi lebih besar daripada cobaan seorang badal. Cobaan seorang badal lebih besar daripada cobaan seorang wali. Setiap orang diuji menurut kadar iman dan keyakinannya. Tentang ini Nabi Suci saw. Bersabda: “Sesungguhnya kami, para Nabi, adalah orang yang paling banyak diuji. Oleh karena itu, Allah terus menguji pemimpin-peminpin mulia ini, agar mereka senantiasa berada di sisi-Nya dan tidak lengah sedikit pun. Dia SWT mencintai mereka, dan mereka adalah orang-orang yang penuh cinta dan dicintai oleh Allah, dan pencinta takkan pernah ingin menjauhkan diri dari yang dicintainya. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

 

10. DIBALIK COBAAN DAN UJIAN ALLAH SWT

Semua ujian dan cobaan yang menimpa pada manusia itu karena :

– Disebabkan kedurhakaan terhadap ALLAH oleh manusia itu sendiri sebagai balasan untuk menghapuskan dosa kedurhakaannya itu agar manusia menjadi sadar atas kedurhakaannya

– Takdir ALLAH sendiri untuk menguji hamba-NYA dan kelak di akhirat akan diganti dengan rahmat dan keridhaan-NYA, kalau yang diuji itu bersabar dan tawakal kepada ALLAH

Apabila seseoorang menghadapi cobaan dan penderitaan itu dengan ridha, ikhlas dan mencari jalan keluar dengan cara yg sebaik-baiknya, tidak mengeluh, tidak mengaduh apalagi merintih, maka ALLAH Ta’ala pasti akan memudahkan baginya urusan hisabnya. ALLAH akan menyegerakan pahalanya, memberkati kehidupannya sehingga timbangan amalnya tidak berat dengan kejahatan, tetapi akan berat dengan ketaatan dan pahala. Jadi apabila manusia itu menghadapi ujian dengan sabar, maka ia termasuk lulus dari ujian tersebut. Dan apabila menghadapi ujian dengan tidak sabar, maka tergolong putus asa dan itu bukan karakter seorang muslim. (Pembersihan jiwa, 2001)

Satu Tanggapan

  1. […] source : cintaallahswt.wordpress.com Share this:CetakSurat elektronikTwitterFacebookStumbleUponLinkedInTumblrRedditLike this:SukaBe the […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: