Hakikat Sebuah Musibah dan Bencana

Image

MUSIBAH SUDAH DITAKDIRKAN ALLAH

Tiada suatu bencanapun yg mnimpa di bumi & (tdk pula) pd dirimu sndiri mlainkn tlah trtulis dlm kitab (Lauhul Mahfuzh) sbelum Kami mnciptakannya.Ssungguhnya yg dmikian itu adl mudah bg Allah.
(Kami jelaskan yg dmikian itu) supaya km jgn brduka cita trhadap apa yg luput dr km, & supaya km jgn trlalu gembira thd apa yg diberikan-Nya kpdmu.Dan Allah tdk mnyukai stiap org yg sombong lagi mmbanggakn diri (Al Hadiid 22-23)

 

2. SETIAP MUSLIM AKAN MENDAPAT MUSIBAH

Seorang mukmin akan sering mengalami derita sakit dan sedih pada anggota badan dan jiwanya. Atau mendapat musibah dalam harta dan keluarganya. Gangguan-gangguan tersebut menjadi cobaan baginya yg akan menghapus dosa dan keburukan dirinya, lalu terangkatlah derajadnya disisi ALLAH. Orang yg tidak beriman seperti orang-orang ingkar dan maksiat, sedikit sekali penderitaannya, namun penderitaan tersebut tidak menghapus dosa-dosanya. Bahkan mereka akan datang pada hari kiamat dg penderitaan yg sangat berat (Imam Nawawy)

 

3. Musibah Adalah Kebaikan dari ALLAH

Rosulullah saw bersabda, “Apabila ALLAH menghendaki kebaikan untuk seorang hamba, maka didahulukannya siksaan-NYA di dunia, dan jika ALLAH menghendaki keburukan untuk hamba-NYA maka ditangguhkan siksaan itu karena dosa-dosanya, dan siksaan itu akan dirasakannya kelak pada hari kiamat” (HR Tirmidzi)

 

4. KESALAHAN-KESALAHANMU AKAN MENIMPAMU KEMBALI DALAM BENTUK MUSIBAH

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syuura 30)

Nabi Muhammad saw bersabda, “Seorang hamba tidak akan tertimpa bencana, besar atau kecil, kecuali karena suatu kesalahan. Dan ALLAH memaafkan sebagian besar kesalahan itu” (HR Tirmidzi)

 

5. MUSIBAH ADALAH KEBAIKAN ALLAH

Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh ALLAH mendapat kebaikan, akan diuji oleh-NYA dengan suatu musibah” (al-Bukhari)

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya bala’ (musibah). Sesungguhnya ALLAH SWT apabila menyukai suatu kaum, DIA akan menguji mereka dengan suatu bala’. Barangsiapa yg rela menerimanya, maka dia mendapat keridhaan ALLAH, dan barang siapa yg tidak rela, maka dia akan mendapat kemurkaan ALLAH (at Tirmidzi)

 

6. SETIAP MUSIBAH ADA AKHIRNYA

Betapa aneh kau marah kepada Tuhanmu, menyalahkan-Nya dan menganggap-Nya, Yang Maha kuasa lagi Maha agung, tidak adil, menahan rezeki, tidak menjauhkan musibah. Tidakkah kau tau bahwa setiap kejadian ada waktunya, dan setiap musibah ada akhirnya? Keduanya tidak bisa dimajukan atau ditunda. Masa-masa musibah tidak berubah, sehingga datang kebahagiaan. Masa-masa kesulitan tidak berlalu, sehingga datang kemudahan. Berlaku paling baiklah, diamlah senantiasa, bersabar, berpasrah dan ridhalah kepada Tuhanmu. Bertaubatlah kepada Allah. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

 

8. HAKIKAT KEJADIAN BURUK/MUSIBAH

Keadaan dan kejadian buruk, ada dan terjadi, dikarenakan ada beberapa sebab. Diantaranya, disebabkan oleh perbuatan dirinya sendiri. Karena telah berbuat yang melanggar ketentuan ALLAH. Dengan perbuatannya tersebut, maka diri manusia harus menanggung akibat dari perbuatannya. Dan akan menerima hukuman dari ALLAH, berupa keadaan dan kejadian yang buruk, apabila kita melanggar ketentuan-NYA. Misalnya berupa kesulitan ekonomi, sakit, kehilangan harta benda dan lain sebagainya. Dengan keadaan tersebut, ALLAH menginginkan, agar dirinya sadar atas perbuatannya, dan menyadari perbuatannya selanjutnya  meninggalkannya, setelah itu bertobat dan memohon ampun kepada-NYA.

Ada juga sebuah keadaan dan kejadian buruk, yang terjadi pada diri manusia, memang diciptakan dan dikehendaki oleh-NYA. Dengan tujuan untuk mengetahui, sampai sejauh mana kadar keimanan dan ketakwaan hamba-NYA kepada-NYA. Walau sesungguhnya, ALLAH tidak perlu menciptakan keadaan dan kejadian tersebut, hanya karena ingin mengetahui kadar keimanan dan ketakwaan seorang hamba. ALLAH dengan ilmu-NYA, tentu sangat mudah untuk mengetahui hal itu. Tetapi, kalau hal itu ALLAH lakukan, maka tak akan pernah ada hukum alam, tiada himah dan rahasia dibalik setiap keadaan dan kejadian. Dan kepada hamba-NYA, tidak bisa mengetahui dan belajar, sekaligus berguru kepada setiap keadaan dan kejadian. Dengan begitu ilmu dan rohani seseorang tidak akan pernah berkembang dan terus berjalan, akan berhenti dan mati sebelum sampai pada tujuannya.

Firman ALLAH surat Al Baqarah 155: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Tasawuf Di Dalam Diri Ada ALLAH, 2011)

 

9. MUSIBAH ITU KEBAIKAN JADI BERSABARLAH

Rosulullah saw brsabda, “Barangsiapa yg dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan menimpakan (musibah) kepadanya” (HR Bukhari)

Satu Tanggapan

  1. izin share gan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: