Mengutamakan Akhirat atas Dunia

Image

1. SAMAKAH DUNIA DENGAN AKHIRAT

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi*; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (Al Qashash 28)

*orang yang diberi kenikmatan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat

 

2. MENGUTAMAKAN AKHIRAT ATAS DUNIA

Wahai manusia, waspadalah kalian kepada dunia dan jangan kamu percaya sedikit pun kepadanya, utamakan akhirat atas dunia dan cintailah ia. Jika salah satu dari keduanya kamu cintai maka kamu akan membenci yang lain (Abu Bakar Assiddiq ra)

 

3. DUNIA TERUNGKAPKAN DALAM BENTUK SEORANG WANITA TUA YANG BURUK MUKA

Nabi Isa AS melihat dunia terungkapkan dalam bentuk seorang wanita tua yang buruk muka. Ia menanyakan kepada wanita itu, berapa banyak suami yang dipunyainya, dan mendapat jawaban, jumlahnya tak terhitung.

Ia bertanya lagi, telah matikah mereka ataukah diceraikan. Kata si wanita, ia telah memenggal mereka semua. “Saya heran atas kepandiran orang yang melihat apa yang telah kamu kerjakan kepada orang lain, tetapi masih tetap menginginkanmu,” kata Isa AS.

Wanita sihir ini mematut dirinya dengan pakaian indah-indah dan penuh permata, menutupi mukanya dnegan cadar, kemudian mulai merayu manusia. Sangat banyak dari mereka yang mengikutinya menuju kehancuran diri mereka sendiri.

Rasulullah SAW menyatakan bahwa di Hari Pengadilan, dunia ini akan tampak dalam bentuk seorang nenek sihir yang seram, dengan mata yang hijau dan gigi bertonjolan. Orang-orang yang melihat mereka akan berkata, “Ampun! Siapa ini?”

Malaikat pun akan menjawab, “Inilah dunia yang deminya engkau bertengkar dan berkelahi serta saling merusakkan kehidupan satu sama lain.”

Kemudian wanita itu akan dicampakkan ke dalam neraka, sementara dia menjerit keras-keras, “Oh Tuhan, di mana pencinta-pencintaku dahulu?”
Tuhan pun kemudian akan memerintahkan agar mereka juga dilemparkan mengikutinya. (Al-Ghazali)

 

4. PENCINTA DUNIA

Nabi Isa AS berkata, “Pencinta dunia ini seperti seseorang yang minum air laut; makin banyak minum, makin hauslah ia sampai akhirnya mati akibat kehausan yang tak terpuasi.”

Rasulullah saw bersabda, “Engkau tak bisa lagi bercampur dengan dunia tanpa terkotori olehnya, sebagaimana engkau tak bisa menyelam dalam air tanpa menjadi basah.”

Dunia ini seperti sebuah meja yang terhampar bagi tamu-tamu yang datang dan pergi silih berganti. Ada piring-piring emas dan perak, makanan dan parfum yang berlimpah-limpah. Tamu yang bijaksana makan sebanyak yang ia butuhkan, menghirup harum-haruman, mengucapkan terima kasih pada tuan rumah, lalu pergi.

Sebaliknya tamu-tamu yang tolol mencoba untuk membawa beberapa piring emas dan perak hanya dengan akibat semua itu direnggutkan dari tangannya dan ia pun dicampakkan ke dalam keadaan kecewa dan malu. (Al-Ghazali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: